
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Langke Rembong, kabupaten Manggarai NTT tengah melaksanakan ujian akhir semester bagi 270 siswa kelas IX (sembilan) yang akan berlangsung selama 6 hari sejak Senin 28 April 2025
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Langke Rembong, kabupaten Manggarai NTT tengah melaksanakan ujian akhir semester bagi 270 siswa kelas IX (sembilan) yang akan berlangsung selama 6 hari sejak Senin 28 April 2025
Tiga (3) dari 270 peserta adalah siswa berkebutuhan khusus (tuna netra)
Suasana di area sekolah yang berada di Kelurahan Waso itu tampak sepi dan tenang saat media ini melakukan pemantauan di hari kedua pelaksanaan ujian tersebut tepatnya pada Selasa 29 April 2025
Sejumlah guru berkemeja putih dan celana hitam tampak terlihat di depan kantor sekolah. Sementara guru lain tampak berada di dalam kelas mengawasi pelaksanaan ujian tersebut
Tidak ada siswa siswi yang keluar masuk kelas. Semuanya fokus mengerjakan soal ujian
Media ini berkesempatan memantau langsung pelaksanaan ujian di salah satu ruangan, tempat 3 orang peserta berkebutuhan khusus (tuna netra) melaksanakan ujian
Mereka terlihat fokus di depan layar komputer saat mengerjakan ujian. Tampak alat bantu khusus masing masing terpasang di telinga mereka
Mereka bahkan mengaku tidak ada kendala dalam melaksanakan ujian tersebut karena fasilitas yang disediakan sekolah sangat memadai
“tidak ada kendala karena fasilitas sangat bagus, sangat membantu” jawab mereka kompak ketika ditanya apakah ada kendala yang dihadapi
Tampak beberapa orang guru serius mengawasi pelaksanaan ujian ketiganya
Kepala SMPN 2 Langke Rembong, Longginus Muda Marus, S.Pd.,M.Pd mengatakan bahwa umumnya UAS tahun ini berbasis android. Meski begitu, ada beberapa soal ujian tertentu yang menggunakan kertas atau lembaran jawaban karena tidak bisa menggunakan aplikasi
“Ujian akhir yang kami laksanakan ini berbasis android, mereka menggunakan Hp. Tidak seperti dulu yang berbasis kertas, tetapi ada beberapa soal yang menggunakan lembaran jawaban kertas karena tidak bisa ditulis menggunakan aplikasi itu” ungkap Longginus
Ia menjelaskan bahwa fasilitas internet di SMPN 2 itu sangat cukup namun peserta ujian menggunakan HP dan pulsa internet pribadi mengantisipasi kendala teknis
Ada sebelas mata pelajaran UAS dan setia harinya 2 mata pelajaran
Dirinya memastikan tidak ada kendala yang dihadapi sejak hari pertama UAS tersebut dan berharap situasi itu terjadi hingga selesai
Terkait tiga peserta yang berkebutuhan khusus, Longginus menjelaskan bahwa ketiganya disediakan ruangan khusus dengan fasilitas yang khusus juga
Mereka menggunakan komputer dengan aplikasi khusus
Longginus menyampaikan kebanggaannya bagi ketiga peserta didiknya itu bahkan menyebut mereka adalah orang yang luar biasa karena kemampuan khusus yang mereka miliki yang terkadang tidak bisa dilakukan orang pada umumnya
“Saya kira mereka sangat luar biasa. Memang dalam kegiatan sehari hari mereka disarankan harus menggunakan komputer” ungkapnya
Walaupun berkebutuhan khusus namun Longginus mengungkapkan bahwa setiap hari ketiganya mengikuti kelas umum sama seperti teman teman mereka dalam kegiatan belajar mengajar (KBM)
Longginus mengatakan secara umum tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi UAS ini. Namun Ia selalu menekankan kepada para guru untuk memberikan pelajaran sebaik mungkin dengan sungguh sungguh sesuai ilmu masing masing supaya anak didik memperoleh hasil yang baik
Longginus optimis peserta didik yang mengikuti UAS di tahun 2025 itu akan menuai hasil yang maksimal sebab para guru telah mencurahkan semua ilmu yang mereka miliki
Ia pun meyakini tahun ini persentase kelulusan mencapai 100 persen
Optimisme itu Ia yakini karena sekolah yang dipimpinnya itu memiliki guru guru yang hebat dan memiliki komitmen yang sama untuk mendidik peserta didik dan mengharumkan nama SMPN 2 Langke Rembong itu di mata publik
Ia berharap anak anak yang tamat dari SMPN 2 itu bisa diterima di SMA di Langke Rembong, di mana saja yang mereka terutama di sejumlah SMA favorit sebab secara kualitas, tamatan SMPN 2 tambahnya sangat bagus
Selama ini ada lebih dari 10 (sepuluh) SMA, SMK yang datang mensosialisasikan dan mempromosikan sekolah mereka namun tergantung sekolah mana yang dipilih anak anak
Secara fasilitas, Longginus mengakut SMPN 2 tidak ada kendala dan menyebut ketersediaan fasilitas mencapai 70 persen, baik fasilitas dalam ruangan, internet, gedung dan juga fasilitas lain
“Fasilitas sudah 70 persen memadai, internet, fasilitas ruangan” ujarnya
Tahun lalu tambahnya, SMPN 2 Langke Rembong mendapat bantuan 6 (enam) ruang kelas baru (RKB)
Bantuan ini menurutnya sangat bermanfaat sebab selama ini harus melaksanakan KBM secara dobel sif yaitu pagi dan siang karena keterbatasan ruang kelas
Dengan adanya bantuan RKB itu maka maka mulai tahun ajaran baru 2025 – 2026 tidak lagi ada dobel sif
“Tahun lalu kami dapat bantuan enam ruang kelas baru, sehingga tahun ajaran baru ini nanti kami tidak ada dobel sif lagi. Selama ini kan kami dobel sif, ada sekolah pagi ada sekolah siang” ungkapnya
Namun demikian Longginus menginginkan agar tambahan fasilitas ini juga harus sejalan dengan out put yang diperoleh
Karena itu meminta semua stakeholder di sekolah yang dipimpinnya itu untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya kualitas akademik tetapi juga kualitas mental
Terkait kualitas mental ini Ia lebih menekankan agar para guru harus memberikan contoh yang baik sebab anak anak jaman sekarang ini tambahnya akan mengikuti apa yang ditunjukkan. Oleh karena itu harus tunjukkan contoh dan teladan yang baik
Kepada para guru Ia ingatkan untuk bekerja lebih baik dan menata masa depan lembaga dan peserta didik yang lebih baik lagi
Sederetan piala tertata rapi di dalam lemari kaca di kantor kepala SMPN 2 ini dan memantik rasa penasaran media ini
Menanggapi itu, Longginus mengatakan bahwa piala piala itu diperoleh dari prestasi para siswa, baik prestasi bidang akademik maupun non akademik
“Itu prestasi dari anak anak, baik lomba mata pelajaran maupun lomba di luar dari mata pelajaran” ujarnya
Dirinya mengakui penghargaan itu diraih berkat kerja keras dan bimbingan para guru