
Kami hanya berharap bahwa semua upaya yang dilakukan akan benar-benar memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan Indonesia dan membantu kami dalam menjalankan tugas kami sebagai agen perubahan dan pembangunan bangsa.
OPINI:
SUARA SEORANG GURU DARI SMPN 2 LANGKE REMBONG TERHADAP RENCANA PEMBERLAKUAN PENAMPILAN RAPI GURU DENGAN PENDAMPINGAN TNI-POLRI
Oleh: Emilius Dagur , Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMPN 2 Langke Rembong
Sebagai seorang guru yang telah
mengabdi di SMPN 2 Langke Rembong selama kurang lebih 5 tahun, saya mendengar
dengan perhatian mendalam mengenai wacana Presiden Prabowo Subianto untuk
melibatkan TNI dan POLRI agar guru tampil rapi. Sebagai bagian dari komunitas
guru di daerah pedalaman Nusa Tenggara Timur yang memiliki kondisi dan
tantangan tersendiri, saya merasa perlu menyampaikan pandangan dan tanggapan
yang sebenarnya dari sudut pandang seorang pendidik yang langsung berinteraksi
dengan siswa dan masyarakat setiap hari.
PEMAHAMAN KAMI SEBAGAI GURU TERKAIT PENAMPILAN RAPI
Sebelum membahas lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa kami sebagai guru di SMPN 2 Langke Rembong sebenarnya sudah memahami pentingnya penampilan yang rapi dan sesuai dengan profesi kami. Sejak awal menjadi guru, kami telah diajarkan bahwa penampilan adalah bagian dari citra profesionalisme dan dapat memberikan dampak besar pada proses belajar mengajar. Di sekolah kami sendiri, sudah ada aturan dasar mengenai penampilan guru – mulai dari pakaian yang sopan, tidak menggunakan aksesoris yang berlebihan, hingga menjaga kebersihan diri.
Kami juga sangat menyadari bahwa sebagai guru, kami adalah teladan bagi siswa. Banyak dari siswa kami yang datang dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang berbeda-beda, bahkan sebagian besar berasal dari keluarga petani. Mereka seringkali melihat guru sebagai contoh hidup yang bisa mereka tiru. Ketika kami tampil rapi dan teratur, secara tidak langsung kami memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga diri sendiri dan memiliki kedisiplinan yang baik. Bahkan di kondisi sekolah kami yang memiliki fasilitas yang terbatas, kami selalu berusaha untuk tampil dengan cara yang menghormati diri sendiri dan juga menghormati siswa serta masyarakat sekitar.
Namun, perlu saya tekankan bahwa
penampilan rapi bagi kami bukan hanya soal pakaian yang seragam atau warna yang
tertentu. Bagi kami, penampilan rapi juga berarti menjaga kebersihan diri,
menggunakan pakaian yang sesuai dengan aktivitas mengajar (misalnya tidak
menggunakan rok terlalu pendek atau baju yang terlalu ketat karena akan
mengganggu aktivitas kita di kelas), dan memilih pakaian yang nyaman karena
kami seringkali harus bergerak dari satu kelas ke kelas lain, membantu siswa di
luar jam pelajaran.
TANGGAPAN TERHADAP PERAN TNI-POLRI DALAM PROGRAM INI
Saat pertama kali mendengar bahwa
TNI dan POLRI akan dilibatkan dalam program ini, saya dan rekan-rekan guru di
sekolah kami merasa campur aduk. Di satu sisi, kami sangat menghargai dedikasi
dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas TNI dan POLRI. Di daerah kami, hubungan
antara guru dengan aparatur TNI-POLRI sangat erat – mereka seringkali membantu
kami dalam kegiatan keamanan sekolah, pembinaan karakter siswa, dan bahkan
dalam program pengembangan masyarakat. Kami tahu bahwa mereka memiliki
pengalaman yang kaya dalam hal pembinaan kedisiplinan dan penampilan yang
terstandarisasi.
Jika pembinaan dari TNI-POLRI
difokuskan pada memberikan pemahaman tentang pentingnya kedisiplinan dan
bagaimana cara menjaga penampilan yang profesional tanpa menghilangkan
kebebasan kita sebagai individu, maka kami sangat mendukung. Misalnya saja,
mungkin mereka bisa memberikan pelatihan tentang cara memilih pakaian yang
sesuai dengan profesi guru, cara merawat pakaian agar tetap terlihat rapi, atau
bahkan memberikan contoh tentang bagaimana penampilan yang baik dapat
meningkatkan rasa percaya diri dalam bekerja. Hal-hal seperti ini tentunya akan
sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi guru-guru muda yang baru saja
memasuki dunia pendidikan.
Namun, kami juga memiliki
kekhawatiran yang tidak bisa saya abaikan. Sebagai guru, kami bekerja dalam
lingkungan yang berbeda dengan TNI atau POLRI. Dunia pendidikan menuntut kita
untuk memiliki kreativitas dan kemampuan untuk berinteraksi dengan siswa secara
hangat dan akrab. Kami khawatir jika program ini dijalankan dengan pola yang
terlalu militeristik, maka akan membuat kami kehilangan kehangatan dan
karakteristik pribadi yang membuat siswa merasa nyaman untuk belajar dengan
kami. Misalnya saja, jika aturan penampilan dibuat terlalu kaku, maka hal ini
bisa membuat kami merasa tidak nyaman dan bahkan mengganggu kreativitas kami
dalam mengajar.
Selain itu, kami juga khawatir tentang bagaimana pelaksanaan
program ini akan dilakukan di daerah seperti kami.
HARAPAN DAN SARAN DARI SEORANG GURU
Sebagai seorang guru yang
mencintai profesinya dan sangat peduli dengan masa depan siswa-siswa kami, saya
memiliki beberapa harapan dan saran terkait dengan rencana program ini:
Pertama, saya berharap bahwa pedoman penampilan yang dibuat
akan bersifat fleksibel.
Kedua, jika memang TNI dan POLRI akan dilibatkan, saya
berharap bahwa peran mereka adalah sebagai pembimbing dan fasilitator, bukan
sebagai pihak yang memberikan peraturan yang kaku dan memaksa. Mereka bisa
berbagi ilmu dan pengalaman tentang kedisiplinan dan penampilan yang baik,
tetapi seharusnya juga menghargai karakteristik dan kebutuhan dari profesi
guru. Selain itu, saya juga berharap bahwa petugas TNI-POLRI yang akan
menangani pembinaan ini akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu tentang
dunia pendidikan dan bagaimana berinteraksi dengan guru serta siswa dengan cara
yang tepat.
Ketiga, saya berharap bahwa program ini tidak akan hanya
fokus pada penampilan fisik semata. Sebagai guru, kami sangat menyadari bahwa
penampilan adalah penting, tetapi hal yang lebih penting adalah kualitas
pengajaran yang kami berikan kepada siswa. Kami berharap bahwa program ini akan
menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan profesionalisme
guru, seperti dengan memberikan pelatihan yang berkualitas, meningkatkan
fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah, dan juga meningkatkan kesejahteraan
guru. Jika hanya fokus pada penampilan tanpa memperhatikan aspek-aspek lain
yang lebih esensial, maka program ini tidak akan memberikan dampak yang
signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
KESIMPULAN
Sebagai seorang guru dari SMPN 2 Langke Rembong, saya sangat mendukung upaya untuk meningkatkan citra dan profesionalisme guru. Penampilan yang rapi memang merupakan bagian penting dari profesionalisme kami sebagai guru, dan kami siap untuk melakukan yang terbaik untuk menjaga citra tersebut. Namun, saya berharap bahwa rencana program ini akan dirancang dan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan guru-guru di seluruh Indonesia.
Melibatkan TNI dan POLRI dalam program ini bisa menjadi langkah yang positif selama dilakukan dengan cara yang tepat dan memperhatikan karakteristik profesi guru. Kami sebagai guru siap untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mencetak generasi muda yang berkualitas. Yang kami harapkan adalah bahwa setiap kebijakan yang dibuat akan selalu memperhatikan suara dan kebutuhan dari mereka yang berada di garis depan pendidikan – yaitu para guru dan siswa.
Akhir kata, saya ingin
menyampaikan bahwa kami sebagai guru siap untuk menerima pembinaan dan dukungan
dari mana saja selama hal itu bermanfaat bagi kami dan bagi siswa-siswa kami. Kami hanya
berharap bahwa semua upaya yang dilakukan akan benar-benar memberikan dampak
positif bagi dunia pendidikan Indonesia dan membantu kami dalam menjalankan
tugas kami sebagai agen perubahan dan pembangunan bangsa.