
Semangat “Aku dan Kamu Sama” diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi sekolah-sekolah lain di Manggarai dan NTT pada umumnya
Spendu-Langke Rembong, NTT – Puluhan peserta Girls Football di SMP Negeri 2 Langke Rembong melakukan kampanye anti diskriminasi dan menyuarakan pentingnya kesetaraan gender di lingkungan sekolah, Rabu,11/02/2026 . Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai inklusivitas dan keadilan bagi semua siswa, serta sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kesetaraan yang sedang digencarkan lembaga-lembaga pendukung pendidikan anak.
Kegiatan yang dihadiri oleh siswa, guru, pelatih, dan
panitia PLAN ini dimulai dengan presentasi oleh peserta Girls
Football tentang isu diskriminasi gender di sekolah dan di masyarakat.
Diskriminasi gender masih menjadi tantangan serius di banyak tempat, termasuk
di dunia pendidikan, di mana stereotip dan stereotip sosial sering kali
membatasi peluang siswa perempuan dalam ikut serta dan berekspresi dalam
berbagai bidang. Pendidikan kesetaraan gender sejak dini dianggap krusial untuk
menghapus diskriminasi semacam itu dari lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sepak Bola sebagai Medium Pendidikan Kesetaraan
Menurut Pelatih Girls Football, Fransiska Siti yang
akrab disapa Ibu Siska, sepak bola menjadi medium efektif bagi peserta untuk
memahami nilai-nilai keadilan sosial sekaligus menolak segala bentuk
diskriminasi. Nilai tersebut, kata dia, tidak hanya berlaku di lapangan
olahraga, tetapi juga dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
“Sepak bola mengajarkan kerja sama, saling menghargai, dan
kesempatan yang sama bagi semua. Nilai itu harus dibawa ke sekolah dan ke
masyarakat,” ujar Ibu Siska.
Ia menegaskan, kegiatan Girls Football bukan
semata-mata tentang kemampuan bermain di lapangan. Lebih dari itu, program ini
menjadi ruang pembelajaran untuk mematahkan stigma lama yang masih berkembang
di masyarakat, bahwa hanya laki-laki yang berhak menjadi pemimpin, sementara
perempuan sering kali diidentikkan dengan urusan domestik semata.
Menurut Ibu Siska, melalui kampanye kesetaraan gender yang
digelar hari ini, para peserta ingin menyampaikan pesan kuat bahwa laki-laki
dan perempuan memiliki kedudukan yang setara dalam hal kesempatan, pendidikan,
dan kepemimpinan.
Kampanye tersebut mengusung semangat kebersamaan dengan
pesan sederhana namun bermakna: “Aku dan kamu sama.” Para peserta
menekankan bahwa perbedaan yang ada adalah soal kodrat biologis, sementara
dalam hal kebiasaan, kemampuan, dan peluang untuk berkembang, perempuan dan
laki-laki memiliki hak yang sama.
Semangat inilah yang sejalan dengan berbagai upaya
pemberdayaan perempuan melalui olahraga sepak bola di berbagai wilayah di
Indonesia, di mana olahraga tidak lagi dipandang sebagai milik satu gender,
melainkan sebagai ruang bersama untuk tumbuh dan memimpin.
Peran Guru PJOK dan Lingkungan Sekolah
Tidak hanya pelatih saja, tim guru mata pelajaran Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah tersebut juga terlibat aktif
dalam menyukseskan kampanye ini.
Seorang guru PJOK Marianus Andrianto Edas menyatakan:
“Kami ingin memastikan bahwa semua siswa merasa dihargai
tanpa diskriminasi, baik laki-laki maupun perempuan. Kesetaraan gender adalah
bagian penting dari pendidikan karakter yang kami tanamkan dalam setiap proses
pembelajaran dan kegiatan olahraga.”
Menurutnya, pendekatan pendidikan jasmani yang inklusif
membantu mengikis stereotip lama bahwa olahraga
seperti sepak bola hanya cocok untuk satu kelompok saja. Justru melalui
kegiatan seperti ini, siswa belajar untuk saling menghormati dan bekerja sama
dalam tim yang beragam.
Suara Peserta Kampanye
Kegiatan ini juga memberi ruang bagi peserta Girls
Football untuk menyampaikan pengalaman pribadi mereka terkait diskriminasi
dan kesetaraan. Seorang siswi yang tergabung dalam tim mengatakan:
“Melalui Girls Football, kami ingin membuktikan bahwa anak
perempuan juga bisa bermain sepak bola dan berpartisipasi secara penuh tanpa
dipandang sebelah mata. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang adil dan
mendukung semua siswa.”
Menurut pengalaman mereka, kampanye semacam ini membantu
meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus memperluas pemahaman teman-teman dan
guru tentang pentingnya memberikan ruang yang setara bagi semua. Ini sejalan
dengan gerakan luas yang mendorong pendidikan kesetaraan gender di sekolah, di
mana siswa didorong untuk mengejar bakat dan potensi mereka tanpa batasan
stereotip.
Dukungan dan Harapan ke Depan
Panitia PLAN yang mendampingi kegiatan ini juga
memberikan penguatan tentang hak-hak anak dan pentingnya menolak diskriminasi
di segala bentuknya. Kampanye dan presentasi ini diharapkan tidak hanya menjadi
kegiatan sesaat, tetapi menjadi pemicu perubahan sikap dan budaya di lingkungan
sekolah agar nilai inklusivitas dan
kesetaraan benar-benar hidup di keseharian siswa dan staf pendidikan.
Program Girls Football ini merupakan bagian dari
kegiatan yang melibatkan sejumlah sekolah tingkat SMP se-Kecamatan Langke
Rembong, Kabupaten Manggarai. Keterlibatan lintas sekolah ini menunjukkan
komitmen bersama dunia pendidikan dalam mendorong partisipasi anak perempuan
serta mengkampanyekan nilai anti diskriminasi dan kesetaraan gender.
Selain menjadi ajang pengembangan minat dan bakat olahraga,
kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama bagi para siswa dari berbagai
sekolah. Interaksi antar peserta memperkuat solidaritas dan kesadaran bahwa
perjuangan melawan diskriminasi merupakan tanggung jawab bersama.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam berbagai bentuk kegiatan pendidikan maupun ekstrakurikuler. Dengan dukungan pelatih, guru, dan lembaga pendamping, kampanye anti diskriminasi ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berani, kritis, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan gender.
Kesetaraan gender merupakan prinsip memberikan hak dan akses yang sama bagi
perempuan dan laki-laki dalam pendidikan, olahraga, dan berbagai aspek
kehidupan tanpa diskriminasi atau pembatasan stereotip. Pendidikan kesetaraan
gender di sekolah membantu menghapus stereotip dan membangun iklim sekolah yang
inklusif serta menghargai perbedaan.
Selain kampanye dan presentasi, kegiatan ini juga diisi
dengan aksi simbolis berupa penandatanganan komitmen bersama oleh siswa, guru,
dan pelatih untuk menolak segala bentuk diskriminasi di lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut menjadi pengingat bahwa kesetaraan gender bukan hanya slogan,
melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, baik di
ruang kelas maupun di lapangan olahraga. Melalui kolaborasi antara siswa dan
tenaga pendidik, diharapkan tercipta budaya sekolah yang saling menghargai,
mendukung, dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua.
Ke depan, pihak sekolah berencana menjadikan kampanye kesetaraan gender sebagai agenda rutin yang terintegrasi dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran. Dengan dukungan berkelanjutan dari guru, orang tua, dan lembaga mitra seperti PLAN, semangat “Aku dan Kamu Sama” diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi sekolah-sekolah lain di Manggarai dan NTT pada umumnya. Upaya kecil yang dimulai dari sekolah ini diharapkan mampu memberi dampak besar dalam membentuk generasi muda yang percaya diri, berani bersuara, dan menjunjung tinggi nilai keadilan serta kesetaraan.
Dock: Grace Kabelan