AI: Jembatan Menuju Masa Depan atau Ancaman Bagi Nilai Lokal ?

saya percaya bahwa penggunaan AI di SMP Kabupaten Manggarai harus diarahkan secara khusus sebagai alat untuk memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan diri siswa

AI: Jembatan Menuju Masa Depan atau Ancaman Bagi Nilai Lokal ?

           Oleh: Emilius Dagur,S.Pd


            Dalam konteks pendidikan SMP di Kabupaten Manggarai, penggunaan kecerdasan buatan (AI) tidak bisa dilihat hanya dari sisi dampak pada kemampuan berpikir siswa semata, melainkan juga sebagai bagian krusial dari upaya menghadapi kesenjangan digital dan mengintegrasikan nilai lokal dengan kemajuan teknologi global. Meskipun data spesifik tentang penerapan AI di sekolah-sekolah SMP di daerah ini masih terbatas, kita bisa menggambarkan kondisi berdasarkan realitas pendidikan daerah dan kebijakan nasional yang telah berlaku.

           Kondisi geografis Kabupaten Manggarai yang sebagian besar berupa wilayah pegunungan dengan akses yang terbatas menjadi tantangan utama dalam penyebaran teknologi. Namun demikian, upaya untuk mengenalkan inovasi digital telah dimulai, seperti pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta pengenalan konsep dasar AI bagi tenaga pendidik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2022 di wilayah Manggarai Barat. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah menyadari pentingnya mempersiapkan pendidik dan siswa menghadapi era digital, meskipun implementasinya di lapangan mungkin masih memerlukan waktu untuk mencapai kesetaraan di seluruh wilayah.

          Sejalan dengan kebijakan nasional, mulai tahun ajaran 2025/2026, pembelajaran AI dan coding telah resmi masuk sebagai mata pelajaran pilihan di jenjang SMP. Bahan ajar yang dirancang fokus pada pemahaman konsep dasar AI, pengolahan data, etika penggunaan teknologi, serta aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Di Kabupaten Manggarai, integrasi kurikulum ini bisa dioptimalkan dengan cara mengaitkannya erat dengan konteks lokalmisalnya menggunakan AI untuk mempelajari warisan budaya Manggarai seperti tari Caci, kerajinan tenun tradisional, potensi pariwisata berkelanjutan di daerah seperti Ruteng atau Komodo, maupun untuk menganalisis masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat seperti erosi tanah dan kelestarian hutan. Pendekatan semacam ini tidak hanya akan meningkatkan minat dan  motivasi siswa dalam pembelajaran tetapi juga menjaga kelestarian nilai-nilai lokal sambil mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mereka.

           Namun, tantangan nyata tetap menghadang kita. Kesenjangan akses terhadap perangkat teknologi dan layanan internet di beberapa kecamatan terpencil bisa membuat penggunaan AI menjadi tidak merata, sehingga ada risiko siswa dari daerah pedalaman semakin tertinggal dibandingkan dengan mereka yang berada di wilayah perkotaan. Selain itu, tanpa panduan yang jelas dan pendampingan yang memadai dari guru yang telah mendapatkan pelatihan memadai, siswa berpotensi menggunakan AI sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tugas akademik  seperti mengerjakan soal matematika atau menulis karangan tanpa memahami proses dasaryang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan kemampuan berpikir mandiri dan kreativitas mereka.

          Oleh karena itu, saya percaya bahwa penggunaan AI di SMP Kabupaten Manggarai harus diarahkan secara khusus sebagai alat untuk memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan diri siswa, bukan sebagai pengganti aktivitas belajar yang mendalam. Pemerintah daerah, sekolah, dan elemen masyarakat perlu bekerja sama secara sinergis untuk memastikan akses yang setara terhadap teknologi dan layanan internet, memberikan pelatihan berkelanjutan bagi guru tentang pemanfaatan AI yang efektif, serta merancang metode pembelajaran yang mengkombinasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai budaya lokal yang kental. Dengan demikian, AI tidak hanya akan menjadi jembatan yang menghubungkan siswa Manggarai menuju masa depan yang lebih baik tetapi juga sebagai sarana yang memperkuat identitas budaya dan kebanggaan lokal mereka.

#Teknologi
SHARE :
LINK TERKAIT