SMPN 2 Langke Rembong Gelar Penyusunan Perangkat Pembelajaran Deep Learning dan Pengimbasan Metode GASING

“Guru hari ini bukan hanya pengajar, tetapi juga perancang pengalaman belajar. Melalui pembelajaran yang mendalam, kita sedang menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,”

Langke Rembong – SMP Negeri 2 Langke Rembong melaksanakan kegiatan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Deep Learning Kurikulum Merdeka, RPL BK, serta Pengimbasan Metode GASING pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama 07–13 Januari 2026 dan diikuti oleh seluruh pendidik di SMPN 2 Langke Rembong.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, Wensislaus Sedan, S.Pd., M.Si, pada Rabu, 07 Januari 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan kompetensi guru.

Wensislaus menegaskan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran berbasis deep learning merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Menurutnya, Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mampu merancang pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Guru hari ini bukan hanya pengajar, tetapi juga perancang pengalaman belajar. Melalui pembelajaran yang mendalam, kita sedang menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Wensislaus.

Ia juga mengajak seluruh guru untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama dan refleksi profesional.

“Saya mengajak seluruh guru untuk tidak berhenti belajar dan berinovasi. Manfaatkan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk saling berbagi praktik baik, memperkuat kolaborasi, dan membangun budaya belajar di sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wensislaus menekankan bahwa perangkat pembelajaran yang disusun harus benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas, bukan sekadar menjadi dokumen administratif.

“Perangkat pembelajaran bukan hanya kelengkapan administrasi. Yang paling penting adalah bagaimana perangkat itu hidup di kelas dan memberi dampak nyata bagi peserta didik. Di situlah ukuran keberhasilan kita sebagai pendidik,” katanya.

Terkait pengimbasan metode GASING, Wensislaus menilai metode tersebut sebagai inovasi pembelajaran yang relevan dan efektif, khususnya dalam membantu peserta didik memahami konsep matematika secara sederhana dan menyenangkan.

“Metode GASING mengajarkan matematika dengan cara yang logis, bertahap, dan menyenangkan. Jika diterapkan dengan konsisten, metode ini dapat mengubah cara pandang siswa terhadap matematika,” tambahnya.

Menutup sambutannya, ia menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga untuk terus mendukung peningkatan kapasitas guru dan mutu pendidikan di daerah.

“Dinas akan terus mendorong dan mendukung kegiatan peningkatan kompetensi guru seperti ini. Pendidikan yang bermutu hanya dapat terwujud jika kita bekerja bersama dengan visi yang sama, yaitu memerdekakan belajar dan memanusiakan manusia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Langke Rembong, Longginus Mida Marus, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan di era Kurikulum Merdeka.

“Kami berharap seluruh guru dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, sehingga berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar peserta didik,” ujar Longginus.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri praktik baik dari kalangan guru. Richardus Suryanto Nambut, S.Pd menyampaikan materi Rancangan Pembelajaran, Yanuarius Charly Mancu, S.Pd membawakan materi Asesmen, serta Ferdiana Nambot, S.Pd memaparkan materi Inkuiri Kolaboratif.

Pengimbasan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) disampaikan oleh guru matematika Donatus Hermawan, S.Pd dengan materi Pembagian, Vinsensius K. Torong, S.Pd pada materi Perkalian, serta Richardus Suryanto Nambut, S.Pd pada materi Pecahan Desimal.

Selain itu, materi Penyusunan Laporan Guru Wali disampaikan oleh Antonius Atakabelen David, S.Pd, sementara seluruh rangkaian kegiatan mendapat pendampingan dari Pengawas Pembina, Kresensia Misalin, S.Pd.

Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Langke Rembong berharap para guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan Kurikulum Merdeka, serta mengimplementasikan pembelajaran yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.


Editor: Spendu

LINK TERKAIT