
Melalui pendekatan ”belajar dengan seni,” belajar melalui seni ”dan ” belajar tentang seni’, pembelajaran seni musik diberikan karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap perkembangan peserta didik berupa pemberian pengalaman estetika dalam bentuk kegiatan berekspresi / berkreasi.
Oleh: Antonius Atakabelen David,S.Pd
Salah satu sekolah yang kerap mengadakan pengembangan minat dan
bakat di sekolahnya adalah SMPN
2 Langke Rembong khususnya
dalam kegiatan Ekstrakulikuler Musik. Kebijakan otonomi
pendidikan dengan penerapan Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Langke Rembong, berdampak pada
penyediaan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang sudah representatif berupa ruangan musik sekaligus peralatan
musik yang sudah lengkap. Ketersediaan fasilitas yang representatif di sekolah
ini tidak serta merta memudahkan peserta didik mengembangkan kemampuan apresiasi
dan kreatifitas
Musik dewasa ini
menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Pada beberapa refrensi, musik
dianggap sebagai penyeimbang kemampuan otak kanan dan otak kiri. Musik juga
dianggap sebagai sesuatu yang mempunyai andil bagi perkembangan kecerdasan
anak. Dalam kehidupan manusia setiap hari, musik tidak selalu hadir dalam
setiap aktifitas sosial masyarakat. Selain sekedar mendengarkan musik untuk
menghibur diri, ada juga sebagai pelaku/pemain musik itu sendiri. Pertanyaan
itu antara lain bisakah orang belajar musik padahal tidak mempunyai bakat? Di sisi
lain apakah cukup hanya berbekal minat seseorang dapat belajar musik? Lalu
bagaimana dengan orang yang sangat berminat terhadap musik tetapi tidak
berbakat?
Sebuah
proses pembelajaran yang baik, paling tidak harus melibatkan 3 aspek, yaitu aspek
kognitif, aspek psikomotorik dan aspek afektif. Aspek kognitif difasilitasi
lewat berbagai aktifitas penalaran dengan tujuan adalah terbentuknya penguasaan
intelektual, Aspek Psikomotorik dapat difasilitasi lewat adanya praktikum-praktikum
dengan tujuan terbentuknya ketrampilan eksperimental. Sedangkan aspek afektif
dilakukan lewat aktifitas pengenalan dan kepekaan lingkungan dengan tujuan
terbentuknya kematangan emosional. Ketiga aspek tersebut bila dijalankan dengan
baik akan membentuk kemampuan berfikir kritis dan munculnya kreativitas.
Pembelajaran seni musik sebagai bagian dari budaya dalam rangka
menggali serta mengembangkan potensi estetika peserta didik agar memiliki rasa sehingga dapat memperhalus budi
pekerti karena dalam seni terdapat unsur- unsur keindahan, keteraturan,
kedisiplinan dan dinamika. Melalui pendekatan ”belajar dengan seni,” belajar
melalui seni ”dan ” belajar tentang seni’, pembelajaran seni musik diberikan
karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap perkembangan peserta
didik berupa pemberian pengalaman estetika dalam bentuk kegiatan berekspresi
/ berkreasi.
Mempelajari seni musik tidak hanya belajar
untuk menjadi lebih kreatif, belajar musik akan membantu melatih
ingatan yang mengharuskanmu
untuk mengingat berbagai jenis lagu dan membuat seseorang bereksplorasi agar
berani tampil guna meningkatkan kepercayaan diri dihadapan orang lain. Begitu
pun di sekolah, bermusik merupakan kegiatan rutin para peserta didik yang
selalu dinanti selain dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas, kegiatan
ekstra pun kerap dilakukan dalam upaya meningkatkan potensi Peserta Didik baik
dalam bernyanyi, bermain alat musik modern, alat musik tradisional, dan
berkreasi pada musik kontemporer.
Faktor utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam
mempelajari ilmu pengetahuan dan ketrampilan adalah bakat. Bakat juga merupakan
faktor utama bagi orang yang akan mempelajari musik. Selain itu bakat harus
pula ditunjang dengan faktor-faktor lain yakni faktor lingkungan yang membantu
sarana dan pra sarana, orang tua, guru dan sebagainya. Ada pula faktor penunjang yang berasal dari dalam
diri sendiri, seperti minat, keinginan
berprestasi, dan keuletan dalam menghadapi rintangan yang mungkin timbul dalam
berlatih dan sebagainya.
Ekstrakurikuler seni musik adalah kegiatan yang diselenggarakan diluar jam
pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan sekolah. Pembelajaran ekstrakurikuler yang digarap di SMPN 2 Langke
Rembong menjadi sarana edukasi yang memiliki banyak manfaat antara lain
membantu peserta didik menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dapat
mengembangkan daya kreatifitas, melatih rasio dan emosi mempertajam
konsentrasi, dan menjadi lebih percaya diri.
Pembelajaran ini
menggunakan beberapa metode yang juga terkenal di dalam KBM, seperti metode
ceramah, demonstrasi dan latihan (drill), kemudian metode-metode lain yang
dieksplorasi bila diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pelaksanaan
nya. Dari hasil pembelajaran ekstrakurikuler peserta didik belajar banyak
mengenai manfaat dari musik, terutama tentang kekompakan, kerja sama, disiplin,
dan belajar berbaur dengan teman, oleh karena itu pembelajaran ekstrakurikuler
ini selain bermain musik peserta didik dapat mengerti tentang tanggung
jawab. Kegiatan ini dimaksud juga untuk menambah kemampuan
perseptual yang meliputi kepekaan idrawi terhadap bunyi dan kreatifitas dalam
berkarya dan berimajinasi. Ekskul seni musik sebagai salah satu kegiatan
penyaluran dan pengembangan bakat minat yang dimiliki oleh peserta didik.
Kegiatan ini dikelola baik oleh sekolah yang menunjuk pembina untuk mengarahkan dengan tujuan yang tepat dari segi pembentukan karakter bermain hingga peserta didik pun mampu menunjukan bakat nya dalam berbagai wadah kreasi yang selalu di adakan SMPN 2 Langke Rembong di setiap perjalanan awal tahun pembelajaran hingga akhir tahun pembelajaran seperti momentum penting yang juga memberikan wawasan peserta didik dalam menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dalam memperingati hari-hari atau peristiwa besar nasional dengan mengkolaborasikan musik dengan tari, teater, serta mengintegrasikan musik pada budaya.